Senin, 18 Oktober 2010

Ahli Kubur Menunggu Shodaqoh dan Do'a Kita

Kehidupan dunia bukanlah kehidupan yang abadi, bukanlah kehidupan yang kekal, semua yang ada di dunia akan hancur termasuk makhluq Allah yang namanya manusia ( menungso = menus-menus kakean dosa, jawa ) kehidupan yang kita miliki sekarang ini hakekatnya bukanlah milik kita dan sewaktu-waktu kehidupan kita ini akan diambil sang pemilik yakni sang pencipta Allah Robbul Aalamin, semua manusia pasti akan mengalami suatu peristiwa yang namanya " Mati
kehidupan dunia adalah kehidupan yang singkat bahkan sangat singkat bila dibandingkan dengan kehidupan di akherat kelak, satu hari di sisi Allah itu sama dengan seribu tahun sebagaimana dijelaskan Allah dalam surat Al Haj ( 22 ) : 47

47.. Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu menurut perhitunganmu.
Dalam ayat lain Allah juga menjelaskan perbandingan waktu di dunia dan di akherat itu sehari sebanding dengan lima puluh ribu tahun sebagaiman dalam surat Al Maarij ( 70 ) : 4
4. malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun

Maksudnya: malaikat-malaikat dan Jibril jika menghadap Tuhan memakan waktu satu hari. apabila dilakukan oleh manusia, memakan waktu limapuluh ribu tahun.
Ketika kita mengetahui bahwa kehidupan kita di dunia ini akan sampai pada satu titik akhir yang namanya kematian, maka pertanyaan yang harus kita renungkan adalah Apa yang harus kita lakukan dalam kehidupan dunia ini dan apa yang bisa memberi kemanfaatan kepada kita setelah kita meninggal dunia.
Rasulullah bersabda :

عَنْ أَنَسٍ عَنْ رَسُوْلِ الله ِ صَلَّى الله ُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : يَتَّبِعُ الْمَيِّتَ ثَلاَثَةٌ : أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ فَيَرْجِعُ إِثْنَانِ وَيَبْقَى وَاحِدٌ يَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَيَبْقَى مَالُهُ ( رواه الشيخان )
Artinya :
Diriwayatkan dari sahabat Anas dari Rosulullah SAW beliau bersabda : Tiga perkara akan mengikuti mayyit ( dalam quburnya ) yaitu keluarganya, hartanya dan amal perbuatannya, dua perkara akan kembali yaitu keluarga dan hartanya dan satu perkara akan ikut si mayyit yaitu amal perbuatannya. ( HR. Bukhori Muslim )

Susah dan senangnya ahli qubur dalam quburnya tergantung dari amal perbuatannya ketika masih hidup di dunia dan juga amal perbuatan keluarga yang ditinggalkannya.
Dalam kitab Syarah Ushfuriyah karya Syeikh Muhammad bin Abi Bakar ,dalam hadits yang ke lima belas di sana dijelaskan :

عَنْ سُفْيَانَ عَمَّنْ سَمِعَ مِنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ الله ُتَعَالَى يَقُوْلُ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى الله ُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أَعْمَالَ اْلأَحْيَاءَ تُعْرَضُ عَلَى عَشَائِرِهِمْ وَعَلَى آبَائِهِمْ مِنَ ْالأَمْوَاتِ فَإِنْ كَانَ خَيْرًا حَمِدُوْاالله َوَاسْتَبْشِرُوْا وَإِنْ يَرَوْا غَيْرَ ذَلِكَ قَالُوْا َاللَّهُمَّ لاَتُمِتْهُمْ حَتىَّ تُهْدِيْهِمْ هِدَايَةً.... الحديث
Artinya :
Diriwayatkan dari Sufyan dari orang yang mendengarkan dari sahabat Anas bin Malik, beliau berkata Rosulullah bersabda : Sesungguhnya Amal perbuatan orang-orang yang masih hidup itu diperlihatkan oleh Allah SWT kepada keluarga dekat dan orang-orang tuanya yang sudah meninggal, jika amal perbuatan itu baik maka mereka akan memuji kepada Allah SWT dan mereka bergembira dan jika yang mereka lihat itu amal yang tidak baik maka mereka berdo’a kepada Allah : Ya Allah jangan matikan mereka sampai engkau benara-benar memberi hidayah/petunjuk kepada mereka....


Dari hadits di atas, jika kita ingin membahagiakan ahli kubur kita maka kita harus selalu berbuat kebaikan, disamping itu hadits di atas memberi pemahaman kepada kita bahwa orang yang sudah meninggal itu bisa berdo’a untuk orang yang masih hidup tapi mereka tidak bisa berdo’a untuk dirinya sendiri, untuk dirinya sendiri disamping dari amal perbuatannya di dunia mereka selalu berharap kiriman shodaqoh dan do’a dari orang-orang yang masih hidup, bahkan di hari dan malam tertentu mereka kembali pulang untuk menunggu shodaqoh, bacaan Al-Qur’an dan do’a-doa dari keluarga dan kerabatnya.
Dalam kitab Daqoiqul Akhbar karya Imam Abdur Rohim bin Ahmad Al Qodhi pada bab ke sembilan belas dijelaskan :

قَالَ إِبْنُ عَبَّاسٍ رَضِيَ الله ُتَعَالَى عَنْهُمَا إِذَا كَانَ يَوْمُ اْلعِيْدِ وَيَوْمُ عَاشُوْرَاءَ وَيَوْمُ اْلجُمْعَةِ اْلأُوْلَى مِنْ رَجَبَ وَلَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ وَلَيْلَةُ اْلقَدْرِ وَلَيْلَةُ اْلجُمْعَةِ تَخْرُجُ أَرْوَاحُ اْلأَمْوَاتِ مِنْ قُبُوْرِهِمْ وَيَقِفُوْنَ عَلَى أَبْوَابِ بُيُوْتِهِمْ وَيَقُوْلُوْنَ تَرَحَّمُوْا عَلَيْنَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ اْلمُبَارَكَةِ بِصَدَقَةٍ أَوْ بِلُقْمَةٍ فَإِنَّا مُحْتَاجُوْنَ اِلَيْهَا فَإِنْ بَخِلْتُمْ بِهَا وَلمَ ْتُعْطُوْهَا فَاذْكُرُوْنَا بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ اْلمُبَارَكَةِ ....فَلاَ تَنْسَوْنَا بِكَسْرَةٍ مِنْ خُبْزِكُمْ وَدُعَائِكُمْ فَإِنَّا مُحْتَاجُوْنَ اِلَيْكُمْ أَبَدَا, فَإِنْ وَجَدَ المَيِّتُ مِنَ الصَّدَقَةِ وَالدُّعَاءِ مِنْهُمْ رَجَعَ فَرَحًا مَسْرُوْرًا وَإِنْ لمَ ْيَجِدْ رَجَعَ مَحْزُوْنًا وَمَحْرُوْمًا وَآيِسًا مِنْهُمْ.

Artinya :
Imam Ibnu Abbas Ra berkata : Jika telah datang hari raya ( Idul fitri dan idul adha ), hari Asyuro’, malam Jum’at yang pertama di bula Rajab, malam nishfu Sya’ban, malam lailatul qodar dan malam Jum’at maka arwahnya orang yang sudah meninggal akan keluar dari quburnya menuju ke rumahnya dan menunggu di pintu-pintu rumahnya dan berkata : Belas kasihanilah kami pada malam yang penuh berkah ini dengan shodaqoh atau sedikit shodaqoh karena kami membutuhkannya, jika kamu semua tidak mau mengeluarkan shodaqoh untuk kami maka ingatlah kamu semua kepada kami dengan bacaan surat Al-Fatihah pada malam yang berkah ini..........maka janganlah kamu semua melupakan kami dengan sedikit shodaqoh karena kami selamanya membutuhkan kamu semuanya, Jika pada hari dan malam tersebut di atas ada yang bershodaqoh dan berdo’a untuk ahli qubur maka mereka kembali ke kuburnya dengan senang dan gembira dan jika mereka tidak mendapatkan kiriman shodaqoh dan do’a maka mereka kembali ke qukurnya dalam keadaan susah dan putus asa.

Dari uraian di atas maka bisa disimpulkan diantaranya : Orang yang sudah meninggal dunia itu bisa mendo’akan kepada orang yang masih hidup tapi mereka tidak bisa berdo’a untuk dirinya sendiri dan mereka selamanya membutuhkan kiriman shodaqoh dan do’a dari orang yang masih hidup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar