Imam Taqiyuddin Abu Bakar bin Muhammad Al Husaini dalam kitab Kifayatul Akhyar berkata : Dasar hukum disyari’atkanya sholat berjama’ah adalah dari Al’qur’an, Al Hadits dan Ijma’nya umat, Allah SWT berfirman dalam surat An-Nisa’ 102 :
وَإِذَ كُنْتَ فِيْهِمْ فَأَقَمْتَ لَهُمُ الصَّلاَةَ فَلْتَقُمْ طاَئِفَةٌ مِنْهُمْ مَعَكَ الآية
Artinya :
Dan apabila kamu berada ditengah-tengah mereka lalu akan sholat bersama-sama, maka hendaklan segolongan dari mereka ( sahabat ) berdiri sholat bersamamu.
Adapun hadits yang menjelaskan tentang sholat berjama’ah banyak sekali, diantaranya :
صَلاَةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلاَةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِيْنَ دَرَجَةً. (متفق عليه )
Artinya :
Sholat berjama’ah itu lebih utama dari pada sholat sendirian dengan keutamaan 27 derajat. (Muttafaq alaih)
Hadits yang diriwayatkan imam Turmudzi dari sahabat Anas :
مَنْ صَلَّى أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا فِيْ جَمَاعَةٍ يُدْرِكُ التَّكْبِيْرَةَ اْلأُوْلَى كُتِبَ لَهُ بَرَاءَتَانِ بَرَاءَةٌ مِنَ النَّارِ وَبَرَاءَةٌ
مِنَ النِّفَاقِ ( رواه الترمذي )
Artinya :
Barang siapa yang sholat berjama’ah selama 40 hari dengan menemui takbirotul ihromnya imam maka Allah akan mencatat dengan 2 kebebasan yaitu bebas dari apai neraka dan bebas dari sifat kemunafikan. ( HR. Turmudzi )
Dalam kitab Minahus Saniyah karangan Sayyid Qutb AsSya’roni di jelaskan , Abdullah bin Umar suatu ketika ketinggalan berjama’ah sholat Isya’ maka kemudian beliau sholat Isya’ sendirian sampai munculnya fajar shodiq untuk menutupi keutamaan berjama’ah sholat Isya’.
Imam Ubaidillah bin Umar Al Qowariri berkata : saya tidak pernah ketinggalan sholat berjama’ah sampai pada suatu malam ada seorang tamu , karena menemui tamu tersebut saya ketinggalan berjama’ah sholat Isya’ di masjid akhirnya saya keluar rumah untuk mencari masjid mungkin ada masjid yang belum sholat berjama’ah sehingga saya bisa sholat berjama’ah di masjid tersebut, tapi usaha saya tidak berhasil karena semua masjid sudah melaksanakan sholat berjama’ah akhirnya saya kembali ke rumah dalam keadaan sedih karena ketinggalan sholat berjama’ah, lalu saya ingat sebuah hadits Rasul yang isinya bahwa keutamaan sholat berjama’ah dengan sholat sendirian itu terpaut 27 derajat,kemudian saya sholat Isya’ 27 kali, setelah itu saya tidur, dalam tidur saya bermimpi saya naik kuda bersama sekempok kaum tetapi kuda saya selalu ketinggalan di belakang, kuda saya pacu sekencang-kencangnya tetapi selalu tertinggal , akhirnya ada seorang dari kaum tersebut menghampiri saya dan berkata kudamu payah, kudamu tidak akan mampu menyusul kami karena kami sholat Isya’ secara berjama’ah sedangkan kamu sholat sendirian, lalu saya terbangun dan saya sangat sedih dan menyesal telah ketinggalan sholat berjama’ah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar